Kabar IndonesiaSeputar BMI

Tatang, PMI Kaburan Terjatuh Dari Lantai Dua, Sementara Kondisi Lumpuh Setengah Badan

Nasib yang kurang baik menimpa salah satu sahabat pejuang devisa kita, Tatang Sumardi, PMI asal Tegal yang baru bekerja 5 bulan ini di Taiwan. Kini ia harus terbaring tak berdaya dirumah sakit Janken Memorial Hospital kamar 9F23 akibat kecelakaan yang ia alami.

Tatang (29) PMI asal Tegal yang merupakan tulang punggung keluarga ini dilarikan kerumah sakit pada hari Selasa 4 Februari 2020 lalu. Kondisinya saat masuk rumah sakit, sama sekali tidak dapat mengerakkan seluruh tubuhnya.

Tatang dikabarkan jatuh ketika hendak buang air kecil di balkon lantai 2 pada 1 Februari 2020 lalu karena saat itu toilet sedang ada yang mengunakan.

Suara benturan keraspun terdengar dan teman-teman Tatang berlarian keluar rumah untuk mengecheck situasi. Seluruh kerabat Tatang kaget saat melihat Tatang telah telungkup di lantai 1 tepat dibawah balkon.

Mereka segera membopong Tatang masuk kedalam rumah, karena takut akan kondisinya yang Ilegal. Tatang sempat merintih kesakitan beberapa jam setelah kejadian itu. Tidak ada satupun dari temannya yang berani membawanya ke rumah sakit. Sampai akhirnya mandor tiba di kontrakan dan membawanya ke rumah sakit.

Tatang yang jatuh dari kontrakannya daerah Da xi – Taoyuan dilarikan ke beberapa rumah sakit pada tanggal 3 Februari atau 2 hari pasca terjatuh. Namun dia ditolak karena rumah sakit menganjurkan untuk membawanya ke rumah sakit besar.

Selang 1 hari setelahnya yaitu 4 Februari, akhirnya Tatang berhasil masuk ke R.S Janken Linkou.

Diterimanya di rumah sakit, Tatang tidak segera dioperasi karena keterbatasan biaya, Mandor ilegal yang mengantar pun terlihat langsung melepas tangan dengan mengucapkan “Tang, Saya cuma bisa bantu kamu, sampai disini yah, Kamu harus berjuang sendiri kedepannya” (terjemahan)

Ketika itu, Tatang tidak didampingi siapapun dan kondisi sangat memprihatinkan. Kamar rumah sakit yang penuh menyebabkan Tatang tidak mendapatkan kamar selama beberapa hari.

Kondisi yang kian memburuk, akhirnya mengharuskan pihak rumah sakit untuk segera melakukan operasi dadakan (7/2.)

Tatang diketahui melakukan operasi saraf bagian leher. Sarafnya terjepit, menyebabkan Tatang lumpuh setengah badan.

Karena kondisinya ini, ia merasa kesakitan saat berbicara dan tidak bisa menggerakkan badannya.

Alasan Tatang Kabur
Tatang awalnya adalah TKI resmi namun hanya beberapa hari ia bekerja ia memilih kabur karena merasa di bohongi atau jobnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Anak Bungsu dari 2 bersaudara ini awalnya dijanjikan bekerja dikapal besar namun saat tiba di Taiwan ternyata ia dipekerjakan dikapal kecil. Saat mengadu ke penerjemah, ia tak direspon hingga membuatnya memutuskan untuk melarikan diri.

Bukan tanpa alasan, ia takut dipulangkan jika terus menerus meminta dan merengek kepada penerjemah dan juga karena ia merupakan tulang punggung keluarga.

Dengan kabur, ia berharap bisa tetap bekerja di Taiwan demi membahagiakan kedua orang tuanya yang taraf kehidupannya dibawah rata – rata, namun ternyata nasib berkata lain hingga kondisinya seperti ini.

Kini ia hanya berharap kepada sang Pencipta agar sakitnya segera pulih dan karena besarnya biaya rumah sakit namun ia tak ada uang sedikitpun, ia berharap ada orang – orang baik yang tergerak memberikan pertolongan kepadanya.

Bagi sahabat BMI Formosa yang ingin membantu Tatang, bisa langsung melalui nomor telpon yang tertera di gambar diatas (0978411433) atas nama Anna. Kunjungan kalian juga sangat berarti buat kesembuhan Tatang saat ini.

Banner iklan disini
Tags
Show More


Related Articles

Back to top button
Close
Close