Seputar BMI

Seorang Pelajar Imigran Ilegal Asal Indonesia Bernasib Buruk Di Malaysia

Terkait adanya lockdown yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia akibat pandemi Covid-19 terdapat nasib buruk yang dialami sejumlah pekerja migran ilegal asal Indonesia. Salah seorang pria yang merupakan salah satu temannya menceritakan nasib pilu yang dialami oleh para pekerja migran ilegal yang ada di Malaysia.

Sejak adanya pemberlakuan kebijakan lockdown para migran ilegal yang bekerja di Malaysia tidak mendapat gaji penuh dari para majikan. Bahkan, di antara mereka terpaksa harus makan tikus setiap harinya karena keadaan yang tidak memungkinkan.

Kejadian yang dirasakan oleh seorang teman Mujianto yang merupakan pekerja migran ilegal asal Flores, NTT tersebut menceritakan kejadian pahit tersebut.

Mujianto mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menutupi kebutuhan makan setiap harinya karena tidak adanya pendapatan penuh yang di terima dari sang majikan. Mujianto mengatakan bahwa rata-rata para pekerja migran ilegal yang tak mendapat upah penuh bekerja di sektor informal.

Di mana gaji harian adalah menjadi sumber pemasukan utama bagi mereka, contoh pekerjaannya seperti bekerja menjadi sopir truk hingga tukang potong buah.

Akan tetapi para pekerja migran yang resmi tidak hanya berdiam diri. Sebagian dari mereka ikut membantu nasib sesama warga negara Indonesia (WNI) tersebut dengan memgirimkan sejumlah makanan hingga bantuan lainnya. Mujianto mengatakan bahwa akibat kebijakan lockdown tersebut, situasi di Sarawak menjadi sepi.

Ia mengatakan bahwa otoritas setempat juga memberlakukan kebijakan yang memperbolehkan warganya hanya belanja berlangsung pada pukul 07.00 sampai 09.00 waktu setempat dan sore pukul 17.00 sampai jam 19.00 waktu setempat.

Koordinator Bantuan Hukum Migrant Care Nur Harsono telah mendesak pemerintah agar dapat menggunakan protokol untuk melakukan penjemputan pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Selain itu, pihaknya juga mendorong adanya kerja sama antara kedua negara guna menerapkan protokol rapid test terhadap pekerja migran. Namun sebelum dilakukan penjemputan alangkah baiknya para pekerja tersebut dilakuan test agar cepat di ketahui dan segera dilakukan penanganan.

News Doc : Intisari.grid.id

Editor : Bejo

Banner iklan disini
Show More


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close