PMI SwastaSeputar BMI

Media Taiwan : Unggah Foto dan video sendiri di Ruang isolasi, Data diri Suspect ke 32 COVID 19 ini beber

Pusat Komando Epidemi Taiwan mengumumkan bahwa pada tanggal 26 Februari kemarin, kasus COVID19 bertambah satu lagi yaitu kasus ke 32 yang berhasil didiagnosis oleh rumah sakit.

Kasus ke-32 ini melibatkan perawat asal Indonesia berstatus ilegal yang belakangan ini menyiarkan dirinya sendiri kalau ia sedang menderita COVID19 dan dirawat dirumah sakit dimana foto – foto dan videonya saat diinfus dan data dirinya diunggah baik di facebook maupun tik tok menyebar dikalangan pekerja migran.

Pusat komando Taiwan mengatakan bahwa pada tanggal 26, penderita kasus 32 merupakan perawat penderita kasus ke-27 yang dirawat dari tanggal 11 hingga 16 Februari, dan kasus ke-32 merupakan perawat sementaranya.

Dugaan sementara adalah bahwa penderita kasus ke-32 selesai merawat pasien kasus ke-27 pada tanggal 16 Februari lalu ia pergi kerumah sakit lain atau tempat lain untuk melakukan perawatan pada job baru, (kebiasaan pekerja ilegal adalah pindah – pindah job). Unit kesehatan juga mendesak pasien ke-32 ini untuk menceritakan kemana saja ia melakukan perawatan dan perjalanan dimulai tanggal 16 Februari hingga 24 Februari.

Penderita kasus ke-32 yang baru ditemukan pihak imigrasi pada tanggal 24 Februari kemarin diketahui telah melakukan perjalanan di Taiwan Selatan mencari teman dan job menggunakan transportasi umum, kemudian ia dikarantina setelah tertangkap. Namun, sore harinya ia malah melakukan siaran langsung di tiktok dan postingan facebook didalam karantina rumah sakit sehingga banyak pekerja migran Indonesia yang tahu akan hal ini.

Menanggapi hal ini, ketika fokus pencegahan pemerintah Taiwan disekolah – sekolah dan kampus, pekerja ilegal bisa menjadi ancaman menyebarnya virus ini dan menggangu tindakan pencegahan.

Tidak mudah untuk mengetahui keberadaan pekerja ilegal ini dimana saja mereka telah singgah dan bekerja, pihak unit kesehatan telah menyelidiki dan akan segera membuat daftar rumah kontaknya, namun kendalanya, penderita ke -32 ini menggunakan transportasi umum untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dikawasan Taiwan selatan, teman – temannya yang pernah bertemu masih dalam klarifikasi dan penyelidikan.

Nah, apa yang dilakukan penderita ke-32 ini mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi kita untuk tidak mudah menyiarkan diri sendiri saat dirumah sakit apalagi saat kita sakit. Selain ada aturan rumah sakit, kasus seperti ini juga berbahaya bagi penderitanya sendiri.

Sumber: UDN Taiwan

Banner iklan disini
Tags
Show More


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close