Kabar IndonesiaYurong Peduli

Maraknya Corona Virus Taiwan Kabarnya Menutup Perbatasan Dengan Penduduk Wuhan Dan Pemeriksaan Ketat Ketika Memasuki Taiwan

Taiwan telah memperketat kontrol perbatasannya pada hari Kamis lalu (23/1), mengamanatkan deklarasi kesehatan oleh semua pengunjung dari China dan melarang masuknya para penduduk kota Wuhan di Cina ke Taiwan, pusat dari virus Corona baru yang amat sangat mematikan.

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chen shih-chung Taiwan yang mengepalai pusat komando dari penanggulangan epidemi, mengatakan para khususnya para pelancong tidak akan diizinkan memasuki negara Taiwan jika mereka pernah mendaftarkan Wuhan sebagai tempat tinggal mereka akan di larang masuk ke Taiwan marak nya Virus Corona yang amat sangat mematikan.

Di lansir dari (Chinapost) Jumat (24/1) katanya, semua pelancong yang datang dari China dan wilayahnya, termasuk Hong Kong dan Makau, akan diminta untuk mengisi formulir pernyataan kesehatan di perbatasan Taiwan.

Jika para pelancong belum mengunjungi Wuhan dalam 14 hari sebelum kedatangan mereka di Taiwan dan mereka tidak memiliki gejala kesehatan sehat jasmani rohani yang mencurigakan , mereka akan diizinkan untuk memasuki negara Taiwan dan informasi kesehatan mereka akan disimpan untuk referensi di masa mendatang, pungkas Chen.

Jika mereka telah mengunjungi Wuhan dalam 14 hari sebelum kedatangan di Taiwan, kesehatan mereka akan dipantau terus sekitaran selama 14 hari setelah mereka memasuki negara Taiwan, menurut Chen.

“Hal seperti ini yang sama akan berlaku untuk semua orang yang tiba di Taiwan dari China selama 14 hari terakhir”, katanya.

Semua kedatangan di Taiwan, terlepas dari mana saja perjalanan mereka berasal, begitu juga akan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jika mereka menunjukkan ada gejala penyakit menular baru, yang dijuluki Corona Virus yang sangat mematikan juga akan di larang, akan di periksa lebih lanjut.

Langkah-langkah baru ini adalah bagian dari respons pemerintah Taiwan terhadap virus tersebut, yang sedang viral di Wuhan bahkan seluruh Asia pada Desember Ialu dan telah menyebar ke bagian Iain di Cina serta ke negara-negara lain.

Pada hari Selasa, Taiwan melaporkan kasus pertamanya, seorang wanita Taiwan yang bekerja di Wuhan dan telah kembali ke rumah di negara Taiwan pada hari itu. Sejak itu, pusat komando respons epidemi Taiwan telah meningkatkan tingkat siaga dari 3 menjadi 2, tertinggi kedua pada skala 3 tingkat.

Meskipun demikian, Chen mengatakan tidak perlu panik bagi masyarakat Taiwan apa lagi buat para (TKI) Tenaga Kerja Indonesia.

“Untuk menghindari Corona Virus cukup kenakan masker respirator untuk melindungi dari Corona Virus yang sangat mematikan virus tersebut, Corona virus adalah virus jenis baru jadi belum ada obatnya tetap waspada dan jaga kesehatan sering cuci tangan ,” katanya.

Peningkatan langkah-langkah respons epidemi Taiwan terjadi beberapa jam setelah pejabat Cina memberlakukan penutupan di Wuhan sebagai bagian dari upaya mereka untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Sebelumnya pada hari itu, otoritas Cina mengumumkan penangguhan semua transportasi umum dari Wuhan, termasuk penerbangan komersial, bus umum, kereta api dan kapal sungai dan masih banyak lagi.

Sejak penyakit menular baru muncul di Wuhan pada Desember tahun lalu, Cina telah melaporkan ada sekitar 570 kasus dan 17 orang meninggal dunia. Beberapa kasus juga telah dilaporkan baru baru ini di negara-negara Iain, termasuk Taiwan,Jepang, Korea Selatan, Thailand dan Amerika Serikat.

Foto: Ilustrasi Corona Virus

Himbauan Buat TKI

Tetap jaga kesehatan selalu kenakan masker untuk menghindari dari Corona Virus tersebut yang sangat amat mematikan, begitu juga jangan lupa suka cuci tangan ketika mau makan dan selesai makan.

Apa lagi menjelang Tahun Baru Imlek pasti banyak orang ketika tamu keluarga dari majikan datang makan bersama harap hati-hati dan waspada harapannya jangan sampai para (TKI) Tenaga Kerja Indonesia jangan sampai terkena Virus mematikan ini.

News Doc : China Post

Editor : Bejo

Banner iklan disini
Show More


Related Articles

Back to top button
Close
Close