PMI SwastaSeputar BMI

KDEI Taipei Siapkan 2400 Masker Gratis Untuk Pekerja Kaburan (Ilegal) dan Mahasiswa Indonesia di Taiwan, Bagi Kaburan Bisa Ambil di Toko Indo Hsincu dan Taichung

Kantor perwakilan Indonesia di Taipei mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya menyediakan 2.400 masker wajah untuk pelajar Indonesia dan pekerja migran tidak berdokumen (kaburan atau ilegal) di Taiwan dalam upaya membantu mencegah penyebaran coronavirus novel COVID-19.

Dari jumlah itu, 1.500 telah diberikan kepada Asosiasi Pelajar Indonesia untuk dibagikan kepada siswa secara gratis, ungkap Kantor Perdagangan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

900 masker lainnya akan ditempatkan di tiga toko di kota Hsinchu dan Taichung untuk pasokan bagi pekerja Indonesia yang tidak berdokumen atau swasta, juga gratis, kata IETO.

Ini untuk membantu memberikan perlindungan kepada pekerja Indonesia yang tidak memiliki kartu Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) yang valid, yang diharuskan membeli masker di Taiwan di bawah sistem penjatahan pemerintah saat ini, menurut pejabat IETO Eva M. Odameng.

“Kami memasok masker karena ada banyak pengasuh Indonesia masuk dan keluar dari rumah sakit, dan kami tidak tahu apakah majikan mereka menyediakan masker,” kata Odameng.

Dia mengatakan 2.400 masker, yang tiba di Taiwan minggu lalu, disumbangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia.

Adi Kusmayadi, presiden Himpunan Pelajar Indonesia, mengatakan masker itu akan dibagikan pertama kali kepada pelajar Indonesia baru yang belum memenuhi syarat untuk menerima kartu NHI.

“Kami prihatin dengan coronavirus, terutama karena kami telah mengetahui bahwa kasus terbaru adalah kasus Indonesia,” kata Kusmayadi, seorang mahasiswa PhD di Universitas Tunghai di Taichung. “Kami ingin memastikan siswa kami memiliki topeng untuk melindungi diri mereka sendiri.”

Kusmayadi merujuk pada kasus seorang wanita Indonesia yang tidak berdokumen atau swasta, yang disewa untuk membantu merawat seorang pria lanjut usia di rumah sakit dan dipastikan suspect COVID-19.

Ada 14.489 pelajar Indonesia dan 23.474 pekerja migran Indonesia yang tidak berdokumen atau ilegal di Taiwan, menurut IETO dan National Immigration Agency (NIA).

Odameng mengatakan alasan utama mengapa beberapa pekerja migran Indonesia melarikan diri adalah masalah dengan agensi atau majikan mereka, termasuk biaya agensi yang tinggi.

“Kami ingin melakukan kontak dengan para pekerja tidak berdokumen ini dan mendorong mereka untuk pulang ke keluarga mereka di Indonesia,” kata Odameng. “Situasi mereka di Taiwan menjadi semakin kritis karena mereka tidak memiliki cakupan Asuransi Kesehatan Nasional.”

_____
focustaiwan

Tags
Show More


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close