PMI SwastaSeputar BMI

Inilah Pesan Penting dari Kepolisian Tainan Terkait Kegiatan Selama Ramadhan dan Liburan Hari Buruh

Untuk menghindari penyebaran infeksi kelompok karena kegiatan yang diselenggarakan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri, kepolisian distrik Enam Tainan secara khusus mengingatkan kepada pekerja migran supaya tidak mengadakan acara kumpul-kumpul.

Hal itu disampaikan kepolisian Tainan karena mulai tanggal 24 April hingga 23 Mei merupakan bulan Ramadhan dimana pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan melaksanakan ibadah puasa. Dalam bulan itu biasanya ada berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.

Dalam akun Facebooknya (28/4/2020) menuliskan, untuk tahun ini, kebetulan bersamaan dengan adanya wabah pandemi COVID-19, kepolisian Tainan mengharapkan untuk tidak mengadakan acara kumpul-kumpul seperti acara buka bersama, melaksanakan sholat tarawih bersama maupun sholat Idul fitri saat Hari Raya lebaran guna menghindari penyebaran infeksi kelompok.

Untuk itu, menurut kepolisian Tainan, sebaiknya acara perayaan Idul fitri maupun sillaturrohmi bersama keluarga dan kerabat tahun ini dilakukan melalui telepon atau video call.

Terlebih lagi, pada bulan Maret lalu Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan juga telah mengeluarkan kebijakan tentang pelarangan diselenggarakannya kegiatan selama adanya wabah virus Corona karena resiko penularan yang tinggi. Dan juga menyarankan supaya menunda atau membatalkannya, atau diganti pada waktu yang lain.

Demikian halnya dengan Liburan Hari Buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei bertepatan dengan Hari Jumat, dan selama tiga hari berturut-turut atau dalam Bahasa mandarin disebut Lien Cia (連假).

Kepolisian Tainan mengingatkan supaya pekerja Migran menghindari bepergian ke tempat-tempat wisata, taman nasional, area rekreasi, pasar malam dan kuil-kuil serta area publik yang ramai lainnya, sebagaimana kebijakan Pemerintah Taiwan yang ditetapkan pada 10 April lalu tentang pengontrolan aliran pengunjung di tempat-tempat yang biasa dikunjungi orang.

Selain itu, polisi juga menyarankan untuk melakukan langkah-langkah atau tindakan sebagai upaya pencegahan epidemi, seperti “melengkungkan tangan (pengganti jabat tangan red.,) tanpa berjabat tangan”, “menutup mulut jika batuk”, “apabila demam tidak berkeliaran keluar”, dan bersama-sama menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Penulis: haniTW

Banner iklan disini
Tags
Show More


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close