Seputar BMI

Dituduh Menyimpan Jutaan Masker Digudang Ketika Harga Melambung Tinggi Baru Dijual, Pringatan Buat TKI

Ada sebuah apotek di Tainan dituduh menyimpan jutaan masker, dan ketika harganya mulambung tinggi baru di jual, yang memicu walikota Taiwan Huang Weizhe. Mengutip (tvbsnews) Sabtu (22/2) Jaksa meluncurkan pencarian pada Rabu (19/2) dan membawa pejabat farmasi untuk penyelidikan. Kecurigaan kejahatan itu sangat serius.

Apotek yang dituduh menimbun masker tersebut mengunci pintu pagi-pagi, dan hanya memasang pemberitahuan bahwa pintu itu buka pada jam 9 pagi pada hari Minggu pagi, sehingga banyak konsumen mengambilnya dengan mudah!

Masyrakat Taiwan: “sangat mahal menjual masker, banyak orang-orang melapor”

Apotek di Tainan ini dituduh menimbun jutaan masker. Masker yang dijual dalam seluruh kotak, mereka jual dengan harga terlalu tinggi. Gao, yang memungkinkan industri tersebut mendapat keuntungan sepuluh juta dalam waktu setengah bulan, polisi Taiwan mengirim anggota untuk pencarian pada Sabtu (19/2) hasilnya tidak menemukan masker dalam jumlah besar yang ditimbun tetapi penuntut selanjutnya memeriksa informasi dari komputer seperti dokumen impor dan ekspor dari bisnis yang ditahan, dan mengambil orang yang bertanggung jawab. Setelah dibawa kembali ke interogasi, diputuskan bahwa 100.000 yuan diasuransikan.

Lin Zhongbin, kepala jaksa penuntut Kejaksaan Taiwan Selatan, mengatakan: “Orang yang bertanggung jawab atas farmasi ini mungkin masih berpikir bahwa ada tersangka kriminal dan undang-undang pencegahan penyakit menular.

Para tersangka menimbun dan mempromosikan kebutuhan mata pencaharian masyarakat atau terkait dengan pencegahan epidemi serius, tetapi tidak perlu mengklaim penahanan. Jadi saya tidak tahu bahwa itu akan dibayar 100.000 yuan.

Pejabat farmasi mengatakan:” Apakah Anda melihat sesuatu? Yang dikatakan, tetapi tidak ada apa-apa.

Meskipun orang yang bertanggung jawab membantah bahwa ada penimbunan dan menaikkan harga masker, ia mengatakan bahwa ia hanya menaikkan dengan pelanggan. Ya, tetapi jaksa penuntut percaya bahwa itu diduga signifikan dan selanjutnya akan menyaring informasi untuk mengetahuinya.

Bahkan, Kota Tainan saat ini menerima total 22 Iaporan harga masker abnormal dan 4 harga alk0h0l seperti anti septik abnormal, total 26, menyebabkan walikota Huang Weizhe menjadi marah dan menuntut agar penyelidikan ditarik.

Pada saat-saat penting dalam pencegahan epidemi, penimbunan dan peningkatan masker dan bahan-bahan Iainnya dapat dihukum dengan hukuman penjara satu tahun hingga tujuh tahun dan denda hingga NTD$5.000.000 sesuai dengan Pasal 61 Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Masukan Buat TKI Untuk Mencegah Dari Infeksi Virus Corona!

Disuasana seperti ini harap hati-hati dan waspada khususnya yang suka menjual masker, memang masker pada saat ini susah didapat adapun harganya mahal. Berharap jangan melakukan kesempatan dalam kesempitan hal ini.

Bahkan ada juga para TKI meminta kepada kerabat yang berada di Indonesia untuk meminta masker lalu kirim ke luar negeri, lalu di jual kembali kepada para TKI demi uang samata hal seperti inilah sangat disayangkan. Boleh kita mencari rizki atau disebut sampingan tetapi bukan cara seperti ini, masih banyak cara lain atau menjual barang lain.

Kita disini jauh dari keluarga dan sedarah Indonesia untuk mengubah nasib dan mewujudkan cita-cita kita, alangkah baiknya bila kamu mempunyai komunitas atau kamu punyak banyak teman. Ajak temanmu patungan dikumpulkan bersama untuk dibelanjakan beli masker dengan sekala besar maupun kecil, di pakai bersama bila lebih kamu bisa kasihkan kepada anak TKI yang masih baru bekerja di Taiwan maupun negara lain.

Demikian masukan dari kami bila masukan ini bermanfaat bagi kalian segeralah lakukan cara ini harapan kami dengan adanya virus corona mematikan ini berharap jangan sampai ada korban TKI terkena infeksi virus corona.

News Doc : Tvbsnews

Editor : Bejo

Banner iklan disini
Show More


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close