Kabar IndonesiaSeputar BMI

Breaking News 2 ABK Loncat dari Kapal Asing dan Tidak Terima Gaji di Tambah Alami Kekerasan

Kasus anak buah kapal( ABK) Indonesia di kapal ikan asing kembali mencuat. Kali ini, terdapat 2 ABK yang melompat dari kapal ikan berbendera Cina di perairan Antara Malaka.

Perihal ini juga dikonfirmasi oleh Ketua Proteksi Masyarakat Negeri Indonesia serta Badan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri Judha Nugraha lewat video telekonferensi, Rabu( 10/6/2020).

” Jadi bisa kita afirmasi, betul kalau ada 2 ABK kita yang salah satunya berasal Pematang Siantar serta satunya lagi dari Sumbawa yang mengambil keputusan buat melompat dari kapal berbendera RRT (Republik Orang Cina) Lu Qing Yuan Yu 901,” tutur Judha.

Tak Terima Gaji dan Alami Kekerasan

Menurut penjelasan Destructive Fishing Watch( DFW)- Indonesia, dikenal kalau kedua ABK yang melompat dari kapal pada Jumat( 5 atau 6 atau 2020), bernama Andry Juniansyah serta Reynalfi.

Andry serta teman- temannya, tutur Abdi, dijemput oleh seseorang agen bernama Ethan Lee dari industri SU di Bandara Changi. Mereka setelah itu diantar buat bekerja di kapal ikan asing.

Uang Keberangkatan

Dengan cara terpisah, istri Andry, Fenni Sunni Susanti, menggambarkan gimana suaminya bertugas di kapal itu sampai kesimpulannya melompat.

Awal mulanya, si suami menemukan tawaran buat bekerja di darat Korea dari seorang bernama Syafrudin.

Bagi Fenni, orang itu pula menjanjikan pendapatan puluhan juta.

” Pak Syafrudin ini menjanjikan Andry bertugas di darat Korea dengan diiming- imingi pendapatan Rp 30 juta sampai 40 juta per bulan,” tutur Fenni dalam suatu kegiatan dialog daring, Rabu.

Syafrudin, tutur Fenni, pula memohon uang keberangkatan sebesar Rp 50 juta. Andry setelah itu membayarkan duit itu dengan cara kas serta memindahkan ke Syafrudin.

Tetapi nyatanya, suaminya justru dipekerjakan di kapal ikan asing.

Merujuk pada penjelasan DFW- Indonesia, Syafrudin merupakan agen buat PT DPG yang merekrut Andry.

Sepanjang bertugas, Fenni berkata, hak suaminya serta ABK Indonesia yang lain tidak dipadati.

” Misalnya sepanjang bertugas tidak pernah diberi gaji, HP- nya disita, serta tidak sempat berbicara dengan saya berlaku seperti istrinya serta keluarga yang lain sepanjang 5 bulan bertugas di kapal,” ucap ia.

Andry, tuturnya, pula kerap dimaki serta dimarahi dengan perkata agresif kala bertugas.

Sebab merasa tidak senang serta tidak cocok dengan profesi yang ditawarkan, Andry berani melompat dari kapal.

Fenni berambisi, permasalahan itu diusut sampai berakhir.

Beliau pula mengantarkan catatan dari istri ABK yang lain di Kapal Lu Qian Yuan Yu 901, yang memohon suami mereka dipulangkan.

Sedang Didalami

Kemenlu juga menerangkan grupnya bersama petugas kepolisian sedang melaksanakan pendalaman atas insiden itu.

Kedua ABK saat ini terletak di Polsek Tebing Karimun, sehabis nelayan Indonesia yang menemukan keduanya pada Sabtu( 6 atau 6 atau 2020) melapor di polsek itu.

” Mereka disaat ini sudah terletak di kantor Polsek Tebing Karimun keadaannya sehat,” ucap Judha.

News Doc : Kompas.com

Editor : Bejo

Show More


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close