News

Akibat Kurangnya Tempat Karantina Pengiriman TKA di Taiwan Terhambat

Sebagian perusahaan di Taiwan kekurangan pekerja migran karena tempat karantina yang disediakan pemerintah saat ini tidak mencukupi, akibatnya pengiriman pekerja migran tertunda.

Kepala depnaker Tainan mengatakan, saat ini perusahaan yang mau mendatangkan pekerja migran harus punya perencanaan untuk mempersiapkan peralatan pemeriksaan dan tempat karantina. Kemudian mengirim laporan ke depnaker untuk referensi setelah pekerja migran masuk tempat karantina, baru kemudian bisa melakukan proses selanjutnya.

Dilansir Yahoo News (7/9), biaya karantina yang awalnya sehari hanya NTD 1000~NTD 1500 sekarang naik menjadi NTD 2000 perhari. Biaya tersebut dibebankan ke majikan. Meskipun pemerintah memberikan bantuan sebesar NTD 10.000 namun majikan merasa beban yang harus ditanggungnya masih berat.

Selain itu, untuk bisa masuk tempat karantina harus antri terlebih dahulu, itupun belum tentu ada tempat yang kosong. Sedangkan hasil rapid test Covid-19 pekerja migran yang akan diberangkatkan masa berlakunya hanya beberapa hari. Jadi, untuk mendatangkan pekerja migran sangat sulit bisa memakan waktu dua bulan itupun kalau ada tempat kosong.

Meskipun depnaker telah memberikan perpanjangan izin kerja bagi pekerja migran yang masa kontraknya habis. Akan tetapi belum tentu mereka cocok dengan job yang ada, sementara perusahaan juga belum tentu cocok dengan mereka yang masih di Taiwan. Perusahaan lebih memilih mendatangkan pekerja migran baru. [HaniTW]

Tags
Show More


Related Articles

Back to top button
Close
Close